|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

19 Apr 2018

Roadshow Perpusnas di Blitar : Kebiasaan Membaca Harus Dimulai Sejak Usia Dini

Blitar, Jawa Timur - Kebiasaan membaca harus dimulai sejak usia dini. Seruan ini berulang kali disampaikan Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Dedi Junaedi pada talkshow  bertemakan Mewujudkan Indonesia Cerdas Melalui Peningkatan Budaya Baca dan Indeks Literasi Masyarakat di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Blitar, Kamis, (19/4). Roadshow dimeriahkan dengan aneka lomba untuk para siswa/i dari tingkat TK hingga SMA.

serta talkshow yang menampilkan Pustakawan Ahli Utama Dedi Junaedi, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Suyatno, Novelis Eka Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Mokhamad Sidik.

Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas Joko Santoso  dalam pembukaan laporan mengatakan sosialisasi yang diselenggarakan  sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa perpustakaan merupakan salah satu komponen dalam membentuk peradaban suatu bangsa. "Roadshow bertujuan untuk mengangkat perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca sehingga dapat meningkatkan kompetensi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama," terangnya. Aneka lomba yang diselenggarakan juga penting untuk mengajarkan bagaimana mengekspresikan suatu gagasan melalui karya dan mengenal sisi kemanusiaan melalui intelektualitasnya.

"Bung Karno sebagai founding father, semangat membacanya sangat tinggi. Harapannya masyarakat dan pustakawan dapat mengikuti jejak beliau," ujar Wakil Walikota Kota Blitar Santoso. Santoso juga terkesan terhadap jumlah koleksi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang lengkap dan luar biasa sehingga  diharapkan dapat mengilhami masyarakat untuk menggali pemikiran Bung Karno. Wakil Wali Kota Blitar meminta koleksi buku di UPT  Bung Karno dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja melalui teknologi informasi. "Saya yakin kalau masyarakat mengkaji tentang pemikiran Bung Karno akan menjadikan Kota Blitar menjadi lebih baik lagi," ujar Santoso.

Terkait literasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Mokhamad Sidik menyampaikan bahwa dinas pendidikan kota Blitar memiliki program-program untuk meningkatkan literasi di masyarakat, yaitu melibatkan orang tua dalam membaca dongeng untuk anak-anaknya. "Kami para guru dan peserta didik juga kerap mengunjungi Perpustakaan Bung Karno untuk melihat dan mempelajari koleksi yang ada," ujar Sidik.

Saran yang sama diutarakan novelis Eka Kurniawan, literasi bisa tumbuh jika konsisten melakukan aktivitas baca dan tulis. Memang tidak semua orang memiliki kemampuan menulis meski ia adalah seorang pembaca. "Tapi syarat mutlak untuk bisa menjadi penulis yang baik, yah dengan sering membaca," imbuh Eka. Alumnus Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta terpilih sebagai salah satu "Global Thinker" pada tahun 2015 dari Jurnal Foreign Policy. Novel pertamanya yang berjudul 'Cantik itu Luka meraih banyak perhatian dari para pembaca sastra di Indonesia dan telah dialih bahasakan ke beberapa bahasa. Novel keduanya yang berjudul 'Lelaki Harimau' terpilih menjadi salah satu nominasi "The Man Booker International Prize" pada tahun 2016.

Yah,  kebiasaan membaca harus dimulai sejak usia dini. Perlu keteladanan dari para orang tua agar kebiasaan positif tersebut terus terjaga. "Motivasikan anak setiap saat agar senang dengan membaca. Hal yang sama juga mesti dilakukan oleh satuan pendidikan dimana tugas-tugas yang diberikan sekolah harus merujuk (mencari) koleksi yang ada di perpustakaan," kata Dedi Junaedi. Sedangkan, pada tataran bermasyarakat bisa dilakukan dengan memperbanyak taman baca masyarakat. 

Sementara itu Kepala UPT Bung Karno Suyatno menjelaskan UPT Bung Karno sudah lama melakukan kegiatan gemar membaca buku dan telah menegakkan literasi sejak awal. Bung Karno membaca kemudian menjadikan Guide to Action. "Saat ini kami telah melaksanakan 20 kali sosialisasi ke seluruh Indonesia untuk mengenalkan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan menguatkan rasa nasionalisme melalui ketokohan Bung Karno," terang Suyatno.

Reportase : Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-04-20 11:22:31)