|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

23 Jan 2018

Kepala Perpusnas Lantik 84 Pustakawan Baru

Salemba, Jakarta–Kepala Perpustakan Nasional Muhammad Syarif Bando secara resmi melantik 84 pejabat fungsional pustakawan baru, Jakarta, Selasa, (23/1). Sebagian besar pustakawan yang terlantik merupakan pustakawan jalur inpassing. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas mengatakan jabatan pustakawan merupakan profesi yang terhormat yang ikut bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran pustakawan dibutuhkan untuk mendongkrak budaya literasi masyarakat.

Bertambahnya sumber daya pustakawan menjadi energi baru untuk menunjukkan kiprahnya secara berkualitas dan profesional. “Saya meminta kepada seluruh pustakawan yang terlantik untuk mempelajari PermenPAN-RB tentang angka kredit pustakawan agar semakin berkompeten dalam menjalankan tugasnya,” pesan Kepala Perpusnas.

84 pustakawan baru adalah manfaat yang besar. Oleh karena itu, Kepala Perpusnas meminta kepada pustakawan senior untuk berkolaborasi dengan sumber daya pustakawan yang ada untuk segera membagi peta wilayah. Analisis setiap daerah, temukan masalah yang terjadi. “Perpustakaan menjangkau masyarakat adalah paradigma baru yang mesti diketahui luas,” ujar Kepala Perpusnas.

Mengakhiri sambutan, Kepala Perpusnas mengutip quotes dari Emha Ainun Najdib

“Rumah yang indah” hanya bungkusnya,
“Keluarga bahagia” itu isinya.

“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya,
“Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itu isinya.

“Ranjang mewah” hanya bungkusnya,
“Tidur nyenyak” itu isinya.

“Kekayaan” itu hanya bungkusnya,
“Hati yang gembira” itu isinya.

“Makan enak” hanya bungkusnya,
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.

“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya;
“Kepribadian dan Hati” itu isinya.

“Bicara” itu hanya bungkusnya,
“Kenyataan” itu isinya.

“Buku” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan” itu isinya.

“Jabatan” hanya bungkusnya,
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.

“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,
“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.

“Kharisma” hanya bungkusnya,
“Karakter” itu isinya.

#Salam Literasi

 

Reportase : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2018-02-18 00:15:03)