|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

23 Feb 2018

Wapres Minta Perpustakaan Nasional Berubah di Era Digital

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Perpustakaan Nasional mengubah paradigma di era digital. Perpustakaan harus dirancang dengan bantuan teknologi informasi dan memiliki kemampuan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando usai menerima arahan dari Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/2).

“Oleh karena itu, parameter perpustakaan ke depan adalah bukan jumlah buku-buku saja, tetapi seberapa besar perpustakaan membangun aplikasi teknologi informasi yang memungkinkan masyarakat menjangkau dan mengakses informasi yang ada,” jelas Syarif.

Syarif menjelaskan, perpustakaan harus berbenah agar banyak dikunjungi masyarakat. Selain itu, Wapres meminta agar perpustakaan menanamkan kecintaan terhadap buku kepada generasi muda melalui beragam aktifitas. Pengelola perpustakaan dan pustakawan pun diharapkan memiliki kemampuan membuat program yang menarik di perpustakaan. Setiap hari bisa dilakukan perlombaan resensi buku atau lomba story telling di perpustakaan.

Saat ini, tantangan perpustakaan adalah menghadapi dominasi media sosial yang diakses masyarakat. Dan hal ini mempengaruhi budaya baca di Indonesia. “Untuk memastikan perpustakaan itu sebagai tempat bagi generasi muda untuk membangun peradaban. Itu yang paling penting,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan di era digital, Perpustakaan Nasional mengembangkan dua aplikasi unggulan. Pertama adalah iPusnas. Aplikasi berbasis media sosial ini bisa diunduh di gawai dan komputer. “Semua buku bisa dibaca full text,” jelas Syarif.

Aplikasi lainnya adalah Indonesia One Search (IOS). Dengan mendaftar menjadi anggota melalui situs Perpustakaan Nasional, pengunjung bisa mengakses layanan IOS. Repositori perpustakaan di seluruh Indonesia ini terkoneksi dengan 828 lembaga perpustakaan dengan jumlah koleksi 2,6 juta eksempar. “Kita tidak mesti datang ke Jakarta untuk membaca buku di Perpustakaan Nasional. Tetapi bisa saja di perpustakaan Papua atau perpustakaan Aceh. Ini bisa melalui portal IOS,” urainya.

Dalam pertemuan tersebut, Syarif Bando meminta kesediaan Wapres Jusuf Kalla untuk membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2018 Perpustakaan se-Indonesia. “Rakornasnya, kita menunggu jadwal dari Bapak Wakil Presiden. Tapi kami estimasi sekitar minggu ketiga atau keempat bulan Maret,” pungkasnya. 

 

 Reportase: Hanna Meinita



Diunggah oleh admin (2018-04-23 08:40:47)