|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 Mar 2018

Kunjungan Anggota DPRD Kota Manado : Perpustakaan Menjangkau Masyarakat dengan Digitalisasi

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Kemajuan perpustakaan di Indonesia tidak lepas dari dukungan para eksekutif dan legislatif dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu bentuk dukungan seperti terlihat dari kunjungan anggota DPRD kota Manado ke Perpustakaan Nasional dalam rangka mendapatkan masukan mengenai pengembangan e-library. Para Anggota DPRD kota Manado diterima oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di Ruang Rapat Pimpinan lantai 5 Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Kamis (15/3).

Dalam pertemuan tersebut Kaperpusnas menjelaskan bahwa anggaran Perpustakaan Nasional dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Perpustakaan Nasional memiliki program-program pengembangan budaya baca yang menyentuh masyarakat secara langsung. “Kami memiliki Safari Gerakan Pembudayaan Kegemaran Membaca,” terang Syarif. Kegiatan tersebut juga mengikutsertakan anggota DPR RI untuk menjadi narasumber dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya perpustakaan. “Walaupun kami (Perpusnas) merupakan lembaga yang paling kecil anggarannya tapi sangat efektif dalam menjangkau masyarakat. Hal ini juga perlu dibangun di kota Manado,” tambah Syarif.

Kaperpusnas menyampaikan ketidaksetujuan terhadap pendapat bahwa budaya baca bangsa Indonesia rendah. “Yang menjadi masalah adalah akses terhadap bahan bacaan yang sesuai kebutuhan masyarakat masih kurang,” jelas Syarif. Pemerintah pusat berupaya menyediakan bantuan buku-buku ke daerah, tetapi dengan melihat kebutuhan masyarakat yang berbeda antara daerah yang satu dengan lainnya. “Harus ada pendekatan seperti duduk bersama antara DPRD, Gubernur, Bupati, Walikota untuk membicarakan buku-buku seperti apa yang dibutuhkan daerah mereka,” usul Syarif. Lebih lanjut Syarif menerangkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perpustakaan sudah banyak dibuat seperti di kota Surabaya, Bandung, Jogjakarta, Kalimantan Timur dan lainnya. Manfaat dibuatnya perda tentang perpustakaan adalah untuk memastikan budaya membaca terus meningkat. Kemudian Perda juga harus mampu menjawab kebutuhan buku-buku tentang profil daerah masing-masing

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2017 pada pasal 8 tentang penyelenggaraan perpustakaan, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang melegitimasi urusan perpustakaan sebagai urusan wajib dari pemerintah pusat sampai ke desa. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Manado Royke Anter dalam kunjungannya meminta masukan dari Perpusnas dalam mengembangkan perpustakaan dan buku digital. Sedangkan anggota DPRD Kota Manado lainnya Syarifudin Saafa menanyakan bantuan anggaran dari Perpusnas terhadap perpustakaan di kota Manado. Sebagai informasi, sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan PP No. 18 Tahun 2016 tentang perangkat Daerah, lembaga perpustakaan Kota Manado saat ini statusnya sudah naik menjadi Dinas Perpustakaan, sama seperti daerah-daerah lain. “Perpustakaan hadir ditengah-tengah masyarakat merupakan cara terbaik untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar anggota DPRD Mohammad Wongso.

Syarif menjelaskan kepada Anggota DPRD, pada tahun 2019 perpustakaan akan menjadi program prioritas nasional, sehingga Perpustakaan Nasional juga memiliki anggaran dana alokasi khusus untuk didistribusikan ke kabupaten melalui dinas perpustakaan dalam rangka mengembangkan perpustakaan. Perubahan paradigma perpustakaan tidak lagi sekedar kumpulan buku-buku namun juga dapat hadir menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui digitalisasi. “Pada saat ini permasalahan bukan lagi mengenai mengusir penjajah, tetapi memerangi kebodohan, kemiskinan dan kemalasan,” jelas Syarif.

Sementara itu, Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Titiek Kismiyati mengatakan bahwa tidak ada satupun perpustakaan di dunia yang lengkap koleksinya, tetapi dengan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan perpustakaan untuk saling berbagi. Oleh karena itu, dalam menjawab tuntutan pelayanan digital yang cepat dan terkini, Perpustakaan Nasional membangun suatu aplikasi yaitu Indonesia OneSearch (IOS) dan IPusnas. IOS pada awalnya merupakan sebuah portal web terintegrasi data bibliografis dan fulltext dari berbagai perpustakaan di Indonesia, namun dalam tahap pengembangannya akan sangat berkontribusi dalam mencegah plagiarisme. Sedangkan IPusnas merupakan bentuk transformasi digital berbasis sosial media dimana dapat menjaring anak muda agar melirik buku melalui sosial media.

 

Reportase : Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-03-18 06:45:27)