|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 Aug 2018

Layanan Perpustakaan Kekinian Wajib Mengikuti Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Denpasar, Bali - Sosialisasi layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional di Gedung Wanita Graha Nadi, Denpasar pada hari Rabu (15/8) merupakan suatu upaya dalam melaksanakan amanat Undang-Undang 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Pada pasal 12 disebutkan bahwa perkembangan perpustakaan dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. "Pada penentuan peringkat dan skor Indonesia berdasarkan pada 12 pilar daya saing global yang juga salah satunya adalah mengenai kesiapan teknologi. Berdasarkan Global Competitiveness Index 2017-2018, Posisi Indonesia naik 10 peringkat menjadi urutan ke-36 dari 137 negara di dunia yang di survey, jelas Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Indonesia merupakan negara yang melimpah sumber daya alamnya, namun pada akhirnya sumber daya alam yang melimpah juga akan habis dan yang tersisa dan dapat bertahan hanyalah human capital yang dapat menguasai teknologi. Artinya untuk menjaga keberlangsungan sumber daya diperlukan kreativitas, inovasi dan penguasaan teknologi.  "Pada saat ini kita telah memasuki era industri 4.0  suatu era dimana berkembangnya teknologi cyber system yang canggih. Diawali pada abad ke-18 revolusi industri 1.0 dengan digantikannya tenaga manusia dan hewan oleh mesin, saat itu James Watt menemukan mesin uap di Eropa, revolusi industri 2.0  dimulai ketika listrik ditemukan dan menggantikan kekuatan mesin, sedangkan revolusi industri. 3.0 mulai berkembang ketika komputerisasi, otomasi dan digital mewarnai perkembangan internet yang sangat cepat,” terang Syarif.

Perpustakaan Nasional mengembangkan perpustakaan digital melalui e-resources, iPusnas, Indonesia Onesearch (IOS). Fasilitas e-resources sangat cocok mencari jurnal penelitian internasional yang umumnya dibutuhkan peneliti, iPusnas merupakan alternatif dalam membaca dan mengakses buku digital, IOS bersifat layanan perpustakaan digital yang dapat diakses di seluruh wilayah Indinesia. Yang paling penting saat ini ialah seluruh pengelola berbagai jenis perpustakaan di Indonesia baik perpustakaan umum, perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi dapat bersinergi untuk membangun jaringan kerja sama perpustakaan agar apa yg dimiliki oleh satu jenis perpustakaan dapat pula di akses oleh perpustakaan yang lain dimana dan kapanpun. Jadi kata kuncinya adalah sinergitas, sehingga tidak perlu lagi ada yang merasa kekurangan koleksi. Artinya paradigma perpustakaan tidak lagi mengenai berapa pengunjung dan berapa buku terbaca tetapi berapa banyak akses yang diberikan dengan berbagi teknologi informasi yang artinya perpustakaan menjangkau masyarakat "Mengingat keunggulan dan kemanfaatan e-resources, iPusnas, IOS perlu disosialisasikan dalam rangka mendorong tingkat penggunaanya," ujar Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpusnas Titiek Kismiyati dalam laporannya dihadapan para pustakawan perpustakaan umum kabupaten/kota, pustakawan dan dosen perguruan tinggi, guru, pelajar dan mahasiswa.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani menyampaikan bahwa perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan telah membawa dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat di dunia. Setiap jengkal perkembangan TIK hendaknya dapat diikuti oleh implementasi yang dapat dikembangkan di perpustakaan. " Layanan Perpusnas seperti e-resources, iPusnas, IOS diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat karena dapat diakses dengan mudah, kapan saja dan dimana saja," terang Luh Putu Haryani.

Selain acara sosialisasi yang disampaikan oleh pemateri dari Pustakawan Perpusnas yaitu Widiyati Kania mengenai e-resources Perpusnas dan Arief Wicaksono mengenai iPusnas dan IOS, juga terdapat pengukuhan Duta Baca Provinsi Bali kepada Ni Nyoman Clara Listya. "Diharapkan dengan pengukuhan Duta Baca Provinsi Bali dapat menjadi role model dalam meningkatkan minat baca di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat," ujar Syarif.

Reportase : Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-10-10 06:58:35)