|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

20 Aug 2018

Perpustakaan Terdepan Dalam Pemanfaatan Teknologi di Masyarakat

Makassar, Sulawesi Selatan – Perpustakaan Nasional melaksanakan Sosialisasi Layanan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan,  Makassar, Senin, (20/8). Acara yang dihadiri sekitar 420 peserta tersebut dihadiri oleh pustakawan perpustakaan umum kabupaten/kota, pustakawan dan dosen perguruan tinggi, guru, pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan Nasional sebagai lembaga non kementerian turut mengambil bagian dalam implementasi sembilan agenda prioritas  (Nawa Cita) program dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terutama menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kualitas hidup manusia.

“Kami telah berkeliling sekitar 250 kabupaten/kota terkait upaya membangun karakter bangsa juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan kali ini berfokus pada peningkatan kulitas sumber daya manusia bidang perpustakaan dalam hal penguasaan  teknologi informasi untuk memastikan insan pengelola perpustakaan dapat menguasai perkembangan teknologi di bidang perpustakaan,” jelas Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. Kepala Perpusnas juga menyampaikan bagaimana dalam membangun sinergitas, agar apa yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional, perpustakaan umum, p[erpustakaan khusus, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan sekolah semuanya dapat terkoneksi dalam suatu jaringan yang telah terbangun dalam Indonesia OneSearch (IOS).

Lebih lanjut, Syarif mengajak kepada peserta yang hadir untuk merubah paradigma mengenai perpustakaan yaitu perpustakaan yang pada awalnya sebagai deretan buku-buku berdebu yang dijaga oleh pustakawan hingga  buku tersebut membusuk, menjadi perpustakaan yang terdepan dalam membantu masyarakat dalam merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Syarif menyampaikan ada dua teori untuk memastikan apa yang ada di buku sebagi teori untuk bisa diaplikasikan pada masyarakat yaitu dengan membaca dan vokasi. Perpustakaan Nasional saat ini mengembangkan e-resources, iPusnas dan IOS yang dapat dimanfaatkan gratis ke seluruh pelosok nusantara sehingga jaringan perpustakaan akan terhubung dari Sabang sampai Merauke dan dari pulau Miangas hingga pulau Rote. “Kami beritahukan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, jaringan Perpustakaan Nasional telah berhasil mengkoneksikan 1200 perpustakaan dengan  2.1 miliar artikel di dalamnya,” ujar Syarif.

Pada tahun 2019 sesuai kebijakan Presiden Joko Widodo, Perpustakaan Nasional menjadi pusat untuk melanggan jurnal internasional. “Kata kunci kedepan bagaimana perpustakaan menjadi bagian terdepan dalam mengedukasi masyarakat untuk menemukan apa yang seharusnya dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” terang Syarif. Kepala Perpusnas yang menjadi keynote speaker acara sosialisasi menjelaskan bahwa sebuah negara yang hanya menggantungkan kepada sumber daya alam tidak akan sustainable tetapi negara yang menggantungkan kepada kemampuan jaringan dengan aplikasi teknologi tingkat tinggi akan menjadi sesuatu yang terus mendominasi perjalanan dunia dimana pada saat ini telah memasuki era indistri 4.0 yaitu suatu yaitu era berkembangnya teknologi cyber system yang canggih. Diawali pada abad ke-18 revolusi industri 1.0 dengan digantikannya tenaga manusia dan hewan oleh mesin, saat itu James Watt menemukan mesin uap di Eropa, revolusi industri 2.0  dimulai ketika listrik ditemukan dan menggantikan kekuatan mesin, sedangkan revolusi industri. 3.0 mulai berkembang ketika komputerisasi, otomasi dan digital mewarnai perkembangan internet yang sangat cepat.

Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kepada seluruh peserta sosialisasi yang hadir dimana menjadi peserta yang terbanyak dibandingkan daerah lainnya dan mengapresiasi terhadap pemilihan Duta Baca Provinsi Sulawesi Selatan Rezky Amalia Syafiin yang diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk melek baca dan sadar baca kemudian menjadikan buku sebagai kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Soni mengharapkan sosialisasi layanan berbasis TIK dapat menjadi momentum, khususnya bagi mahasiswa dan pengelola perpustakaan untuk meningkatkan pemahaman dalam pemanfaatan teknologi infotrmasi dan komunikasi bidang perpustakaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas, kompetensi dan inovasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digeluti.

“Upaya yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional untuk menghadirkan layanan teknologi informasi dan komunikasi berbasis online seperti e-resources, iPusnas dan Indonesia OneSearch patut diapresiasi untuk memperoleh akses dan layanan informasi secara cepat,” terang Soni. Gubernur Sulawesi Selatan tersebut juga menegaskan perpustakaan sudah menjadi urusan wajib di daerah otonomi sama seperti urusan kesehatan dan pendidikan. “Saking pentingnya urusan perpustakaan ini maka seluruh pemerintah daerah yang ada di Indonesia harus punya kepala dinas perpustakaan,” terang Soni.

 

Reportase : Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-08-24 16:14:27)