|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

24 Aug 2018

Indonesia Unggul dalam Pengembangan Perpustakaan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kuala Lumpur, Malaysia – Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menghadiri perhelatan IFLA World Library and Information Congress 2018 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, (24-30/8). Acara yang dihadiri pustakawan dari seluruh dunia tersebut memberikan kesempatan untuk mendiskusikan isu-isu terkini di bidang perpustakaan, rencana kerja maupun publikasi yang terkait dimana pakar-pakar internasional akan membagikan pengalamannya dalam mengembangkan perpustakaan maupun peningkatan kapabilitas pustakawan.

Kepala Perpustakaan Nasional dalam kesempatan tersebut menghadiri acara pra konferensi sesi perpustakaan umum,  dalam penilaiannya Indonesia jauh lebih maju dalam hal pengembangan perpustakaan dimana secara geografis memiliki wilayah yang luas dan memiliki karakter budaya yang berbeda antar wilayah. Perpustakaan desa yang merupakan salah satu jenis perpustakaan umum yang diselenggarakan  pemerintah desa/kelurahan menjawab kebutuhan masyarakat akan buku-buku ilmu terapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengeksplorasi dan mengoptimalkan pemikiran-pemikiran positif untuk mengelola seluruh sumber daya yang melimpah termasuk potensi kesenian, kebudayaan dan pariwisata.

Banyak testimoni keberhasilan perpustakaan sebagai agen perubahan dalam hal sosial dan ekonomi kemasyarakatan. Lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dimana pemanfaatan anggaran dana desa bisa digunakan untuk pengembangan perpustakaan. “Salah satu komponen prioritas pembelanjaan dana desa adalah untuk pengembangan perpustakaan desa/kelurahan,” ujar Syarif. Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014  tentang Pemerintahan Daerah dimana pada PP No 18 Tahun 2016 ditetapkan perpustakaan sebagai urusan wajib non dasar yang wajib dibentuk kelembagaannya.

Dalam sesi perpustakaan umum dipaparkan presentasi dari negara Australia, Swedia, Texas, Malaysia (Sabah dan Selangor), Indonesia, Hongkong, Spanyol, Norwegia, Finlandia. Di negara Finlandia, perpustakaannya memberikan layanan prima dengan menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan dan koleksi bahan pustaka yang baik. Selain itu pustakawannya menitikberatkan pada kemampuan memahami, mengolah dan menganalisis data pengunjung serta kebutuhan pengunjung. Dengan demikian pustakawan di Finlandia dapat memahami dan mempersiapkan jenis perpustakaan yang sesuai dengan dumber daya yang ada di Filandia.

Paparan menarik lainnya, Perpustakaan di Australia mendorong orangtua untuk mengajarkan literasi sejak dini kepada anak balita. Perpustakaan juga menyediakan akses secara luas kepada orang tua terhadap sumber yang diperlukan dalam pengasuhan anak-anaknya. Selain itu perpustakaan umum di Australia juga mendorong komunitas literasi untuk mengembangkan perannya dalam memajukan masyarakat.

 

Reportase: Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2018-09-03 11:32:28)