|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

07 Nov 2018

Perpustakaan Tun Seri Lanang Universiti Kebangsaan Malaysia Menjajaki Kerjasama dengan Perpusnas RI

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Perpustakaan Nasional mendapat kehormatan dikunjungi oleh Perpustakaan Tun Seri Lanang Universiti  Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam rangka menjalin kerjasama untuk saling melengkapi koleksi bahan pustaka terutama di kawasan Asia Tenggara sekaligus belajar tentang pengelolaan perpustakaan. Kunjungan yang dihadiri oleh Ketua Pustakawan  Perpustakaan Tun Seri Lanang UKM Wan Suhaimi Arifin beserta jajaran diterima oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di lantai 5 Perpustakaan Nasional RI Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta, Rabu (7/11).

Wan Suhaimi Arifin dalam kesempatan tersebut menjelaskan nama Tun Seri Lanang merupakan Sastrawan Melayu yang dikenal sebagai penyunting dan penyusun Sulalatus Salatin, yang memiliki nama sebenarnya Tun Muhammad dan pada waktu penyusunan Sulalatus Salatin telah berkedudukan sebagai Bendahara/Perdana Menteri pada Kesultanan Johor. Wan Suhaimi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Perpustakaan Nasional yang menjadi Guest of Honor at Frankfurt Book Fair 2015 dan menjadi Host di London Book Fair 2019. "Dibandingkan Indonesia, Malaysia tidak pernah menjadi tamu pada event tersebut karena koleksi penerbitan dari Indonesia jauh terlalu besar. Selain itu event Jakarta Internasional Book Fair juga sangat besar dibanding Kuala Lumpur Book Fair," terang Wan Suhaimi.

Wan Suhaimi menerangkan dalam kunjungannya juga ingin belajar dari Indonesia tentang pengelolaan perpustakaan dan menjalin kerjasama. "Kami ingin bertukar koleksi kawasan Asia Tenggara dengan Perpustakaan Nasional," imbuhnya. Muhammad Syarif Bando menimpali kunjungan menjelaskan bahwa yang dimaksud perpustakaan di Indonesia memiliki koleksi buku minimal 1.000 koleksi. "Kami memiliki UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang hanya satu-satunya di dunia yang mengatur perpustakaan dari pusat hingga ke daerah dan juga memiliki peraturan mengenai Standar Nasional Perpustakaan," jelas Syarif. Perpustakaan Nasional juga memberikan hibah ke daerah baik berupa Mobil Perpustakaan Keliling dan Perpustakaan Terapung untuk menjangkau daerah-daerah pelosok.

Muhammad Syarif juga menyampaikan bahwa kedua negara untuk saling bersinergi dalam mengembangkan perpustakaan dan budaya baca. "Kami ingin berdiskusi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, bagaimana membangun budaya baca dan bagaimana Malaysia meningkatkan indeks literasi dan parameter apa yang digunakan untuk mencapainya," pinta Muhammad Syarif. Kepala Perpusnas juga menerangkan Organisasi Profesi Pustakawan melalui Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) telah menyelenggarakan Kongres IPI XIV dan Seminar Ilmiah 2018 yang terselenggara di Surabaya Jawa Timur. Pada saat ini juga sedang terselenggara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-11 yang mengambil tema "Mobilisasi Pengetahuan  Melalui Perpustakaan Digital  di Era Disruptif" di Medan, Sumatera Utara, 6-9 November 2018.

 

Reportase : Arwan Subakti

 



Diunggah oleh admin (2018-11-12 08:14:16)